RIGH DOG - RIGHT JOB - RIGHT HANDLER
Judul diatas bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia adalah Anjing yang tepat, untuk kerja yang tepat, dengan pawang yang tepat. Hal yang kelihatan sederhana ini sering dilupakan oleh penghobi/pecinta/pemilik anjing, begitu juga sering dilupakan oleh perusahaan sekuritas, kepolisian, militer maupun departemen bea dan cukai di Indonesia ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, akan diulas tentang subject diatas yang dibahas oleh Ken Pavlick, ex-sheriff di Canyon County, Idaho, dengan pengalaman 27 tahun sebagai Polisi K9, Pemilik Pacific Coast K9, juga memiliki kennel untuk kepolisian dan fasilitas pelatihan K9.
Sebelum membahas apa yang ditulis oleh Ken, mari kita perhatikan bahwa sering sekali kita mendengar tanggapan para penghobi/pemilik/pecinta/pelatih anjing adalah seperti:
- Saya ingin anjing saya bisa bermain dengan anak-anak saya tapi mereka juga bisa menjaga.
- Saya mau anjing saya yang galak dan beringas
- Anjing saya sangat malas, bodoh dan hanya tidur saja kerjanya
- Anjing saya berisik, buang air sembarangan, Sangat jorok
- Anjing saya tidak bisa menggonggong kalau ada orang lain
- Anjing saya kekar, sangar, bisa takutin orang lain, hebat, sangat bertenaga
- Nah anjing ini baru cocok, saya puas, dia mengerti saya
- Sangat gampang melatih anjing ini, sangat pintar, sangat nurut
- Ah biarin aja, yang penting anjingnya nurut, gak nakal, cepat selesai biar client senang
- Gampang latih anjing, sebentar saja kok untuk melatih anjing
- Dia cuma bisa latih anjing itu saja, cuba anjing lain, mana bisa dia
- Latih anjing apa saja gampang, 2-3 bulan selesai
- Saya latih anjing, umur 10 bulan dia sudah bisa Anjing Sahabat
- Pelatih yang hebat adalah pelatih yang mampu melatih semua anjing baik bersurat maupun tidak bersurat
- Trah ini yang top, trah itu yang top, wah yang ini lebih top
- Anjing saya berstamboon, bersurat, yang tidak bersurat juga hebat
- Anjing ini gigitannya bagus, hebat dan berani
- Anjing trah ini memang hebat penciumannya, satu minggu clear latih S&R
- dan masih banyak lagi
Mari kita perhatikan dan renungkan, apakah dari poin diatas, ada yang seperti kita masing-masing pikirkan. Bila ada, maka pembahasan tentang Right Dog, Righ Job, Right Handler akan memberikan anda jawaban.
Menurut Ken Pavlick (KP), selama dia memberikan seminar police K9, dia melihat rata-rata handler menginginkan anjing yang memiliki drive yang tinggi. Sama seperti di Indonesia, banyak calon pemilik anjing mau mengadopsi anjing yang galak atau agresif, yang berani, yang tidak mundur, atau anjing terbaik. KP minta kita renungkan, apakah semua anjing yang super atau yang drive tinggi atau anjing berani yang dimaksudkan tadi dimana semua orang menginginkannya, dan memang bila semua orang memiliki anjing yang demikian, apakah cocok untuk semua handler/pawang dalam semua situasi?
Yang pasti jawabannya adalah "TIDAK". Misalnya anjing yang speed/cepat dipelihara pada tempat yang salah dengan lingkungan yang tidak mendukung, hanya bencana yang akan diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa bila memiliki anjing yang benar, dimiliki oleh handler/pawang yang tepat dan dipekerjakan atau digunakan pada situasi yang benar, maka kesuksesan lebih mungkin untuk dicapai.

Ujian Penyeleksian
Setiap orang pada waktu mau mengadopsi anjing, pasti semua orang mau anjing terbaik untuk diri mereka, atau perusahaan mereka atau unit mereka atau agency mereka.
Bila memilih anjing, yang memilih anjing memiliki pendapat yang jelas, anjing seperti apa yang mereka cari, untuk keperluan apa, untuk sport, untuk detektor, untuk rumahan, maka mereka dapat memilih dengan lebih jelas dan cepat, dibandingkan dengan orang atau pemilik atau perusahaan yang tidak tahu anjing seperti apa yang mereka cari, hanya mencari anjing yang mempunyai drive tinggi atau aktif atau kalem untuk keperluan mereka, hal ini lebih membuat latihan mereka lebih pelan.
Sebagai contoh, mau bermain di Karya Guna di IPO, kita memerlukan anjing yang mempunya drive yang seimbang, sosial aggression, dan anjing yang memiliki darah kerja, grip yang bagus, dan percaya diri. Di Indonesia IPO adalah pengujian internasional yang harus anjing memiliki surat silsilah. Dengan demikian, kita dapat melihat anjing yang ada di Indonesia ini seperti AGJ, Malinois, Boxer, Rottweiler, Doberman yang kemungkinan bisa. Untuk itu seleksilah anjing dari trah ini. Jadi bukan mencari Golden Retriever, atau labrador atau anjing campuran. Hal ini paling tidak sudah memberikan kita ruang pilihan yang lebih kecil.
Memilih anakan anjing persentase kesuksesan hanyalah 50:50 saja. Untuk persentase lebih tinggi, anjing diatas 12 bulan lebih bisa memberikan keyakinan kesuksesan dalam pemilihan.
Pilihlah anjing yang sesuai dengan kemampuan dia di lapangan kerja yang anda atau perusahaan atau agency anda butuhkan.
Pertimbangkan Jenis Kerja
Hal ini sangat penting! Sebelum mengadopsi seekor anjing, sudah harus jelas anjing ini akan digunakan dan dipekerjakan sebagai apa. Misalnya anjing yang mau dicari untuk detektor. Memilih anjing untuk detektor adalah berbeda dengan memilih anjing untuk detektor, dan patrol atau sering disebut dual purpose.
Kebanyakan orang atau perusahaan atau agency mau mencari anjing yang semuanya ada, seperti bisa dipakai sebagai anjing patrol, juga sebagai detektor, juga sebagai anjing narkotik, juga bisa main Karya Guna. Pasti anjing demikian ada, dia berada diluar, tidak tahu ada dimana, namun anjing itu ada. Namun untuk menemukan anjing demikian sangat susah!
Jadi Lapangan kerja yang akan diaplikasikan sangat menentukan pilihan seekor anjing. Kalau kita mau mencari anjing detektor, kita perlu anjing yang tidak tergantung, yang bisa bekerja sendiri. Tetapi terlalu percaya diri dan terlalu tidak mau tergantung juga akan memberikan kerja yang lebih banyak, karena mungkin dia tidak mau mendengar apa yang kita minta dia periksa. Bagus untuk memeriksa tempat yang luas, namun untuk tempat yang memerlukan penunjukan dari pawang, masalah bisa saja muncul.
Untuk anjing IPO, bila anjing yang dipilih terlalu tidak tergantung pada pawang, atau terlalu percaya diri, kemungkinan untuk bermain ditingkat tinggi lebih kecil kemungkinannya.
Pertimbangkan Pawang
Ini juga sangat penting! Sering kita mau membeli anjing hanya karena kita suka saja trah tertentu atau yang lagi ngetren, atau karena anjing tersebut gede, sangar atau berwibawa, atau karena emosi semata. Hal seperti ini dikemudian hari akan memberikan masalah yang besar ke pawang itu kembali.
Pawang/pemilik atau perusahaan yang memilih anjing untuk pawangnya, haruslah melihat kondisi pawangnya. Atau pemilik yang mau membeli anjing, lihatlah kondisi pemilik atau pelatih yang dia miliki. Apakah pelatih atau pawang yang akan menghandle anjing ini pemula, yang berpengalaman, yang keras atau yang lembut, yang muda atau sudah tua.
Memberikan seekor anjing yang sangat dominant dan temperamen tinggi serta cepat ke pelatih yang tua atau pelatih yang tidak berpengalaman adalah hal yang berbahaya. Demikian pula memberikan anjing yang lembut, yang kalem ke pelatih yang keras, juga merupakan masalah yang besar.
Pelatih/pemilik/pawang, haruslah mengerti diri sendiri, bahwa mereka ini adalah pemula, berpengalaman atau tidak, keras atau lembut, mengerti atau tidak. Tidak ada malu untuk mengerti kemampuan diri sendiri daripada kesombongan yang kita sandang, yang akan membuat karir kita selesai!
Melihat orang lain sukses dengan anjingnya, bukan berarti dengan anjing yang sama akan sukses untuk kita. Jadi kenalilah diri anda sendiri!

Pertimbangkan Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja anjing yang akan kita pilih sangat penting. Kita harus mengenal apakah lingkungan kerja anjing tersebut di jalan raya, atau di lapangan terbang, atau di gudang, atau dirumah atau di ring pelatihan atau dihutan atau lingkungan yang lain.
Dengan mempertimbangkan lingkungan kerja, kita bisa memilih anjing yang mungkin gesit, atau yang tinggi, atau yang pendek, atau yang kalem atau yang lainnya. Tanpa mempertimbangkan lingkungan kerja sama saja setelah kita menghabiskan waktu banyak, ternyata lingkungan kerja yang dijalankan tidak cocok untuknya.
Misal anjing yang mempunyai masalah transportasi. Dan dia bekerja untuk patroli dari blok ke blok. Menghabiskan waktu lebih banyak dimobil. Hal ini adalah bencana. Anjing yang bermasalah dengan transportasi bukan berarti dia harus muntah-muntah, tapi lebih banyak ke emosi mereka. Mereka menjadi tidak konsisten atau kemungkinan untuk membuat salah lebih tinggi.

Jadi kesimpulannya adalah pilihlah anjing yang sesuai dengan kerja yang akan dia lakukan dengan penangan oleh pawang atau pelatih yang tepat dan benar. Jadi waktu memilih anjing bagus, ingatlah apa yang benar-benar penting.
|